Mengapa menggambar?

mengapa menggambarPernah mendengar kalimat: sebuah gambar bermakna melebihi seribu kata?

Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terlatih menggunakan pena atau pensil untuk menulis dan mengukir nama kita, bahkan kebanyakan dari kita selalu menggambari buku buku pelajaran sekolah kita dulu. Dua hal tersebut merupakan contoh yang mengilustrasikan kemampuan dalam mengekspresikan pemikiran masing-masing secara visual melalui pengolahan garis-gemaris.

Sayang sekali menggambar bukan salah satu mata pelajaran atau keterampilan utama yang diajarkan di sekolah-sekolah. Padahal eksplorasi secara visual melalui goresan pensil dapat memfasilitasi imajinasi kita dan mendorong berpikir yang orijinal, flesibilitas, kemampuan beradaptasi dan menemukan solusi permasalahan yang kompleks.

Pemecahan masalah melalui menggambar dapat ditemukan dalam banyak situasi. Seorang dokter yang menggambar ilustrasi sederhana untuk menunjukkan pada pasiennya yang membutuhkan tindakan operasi menjadi lebih efektif sebagai alat komunikasi dan penyembuh. Seorang insinyur yang mengeksplorasi problem desain untuk membayangkan solusi melalui beberapa pilihan sketsa. Seorang guru yang mencoba menjelaskan konsep tentang siklus air akan lebih mudah dipahami oleh siswanya ketika divisualisasikan di papan tulis.

Dalam kehidupan sehari-haripun kita membutuhkan gambar atau visualisasi ide dan pikiran kita. Misalnya membuat sketsa denah untuk renovasi rumah atau diagram kabel untuk sound sistem. Menggambar peta sederhana untuk seseorang yang ingin mencari alamat rumahpun dapat menyingkat deskripsi lisan yang panjang.

Singkatnya gambaran visual merupakan format yang lebih kaya dibanding hanya kata-kata serta dapat menunjukkan hubungan-hubungan dan kesalingterkaitan secara lebih singkat. Itulah sebabya ketika kita memperhatikan buku anak-anak rasanya lebih efektif dalam menjelaskan teori dan konsep-konsep dibanding halaman teks yang menjelaskannya. Kata-kata saja kurang dapat mengkomunikasikan lebih baik dibanding kombinasi kata dan gambar.

Sekali lagi, sebuah gambar bermakna melebihi seribu kata…

Share

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *